Upacara Adat Sunda Warnai Pelepasan Peserta Didik Kelas VI SDN 3 Tugu Kecamatan Cihideung

0
437
Alt

Gema Mitra – Kota Tasik

Kepala SDN 3 Tugu Achmad Patoni, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa acara pelepasan peserta didik ini merupakan respon positif dari para orang tua khususnya kelas VI sebagai perwujudan rasa terima kasih dimana selama 6 tahun anak-anak dititipkan di sekolah supaya dibina, dididik, diajar, dibimbing oleh para gurunya.
“Setelah lulus dari SDN 3 Tugu, jalinan silaturahmi para alumni dengan guru-guru diharapkan akan tetap terjalin. Sebab mereka merupakan bagian dari kami”, ungkapnya.
Selain itu, Achmad Patoni menuturukan, bahwa untuk membentuk peserta didik yang unggul, berwawasan luas yang ditunjang oleh IPTEK dan IMTAQ, dimana keduanya memiliki nilai penting dalam kehidupan kita karena membawa banyak manfaat dan keduanya harus seimbang. IPTEK tanpa IMTAQ akan kosong, begitu juga sebaliknya, IMTAQ tanpa IPTEK akan buta. Jika seseorang mampu menguasai IPTEK maka ia akan mudah melakukan suatu hal karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa di era moderen ini orang-orang sangat tergantung pada teknologi dan IMTAQ disini memiliki peran untuk membentengi hal-hal yang sifatnya negative dalam penggunaan IPTEK tersebut.
“Untuk itu, selamat menyongsong pendidikan yang lebih tinggi lagi kepada peserta didk kelas VI, semoga generasi yang akan datang diharapkan akan lebih baik dari pada generasi sekarang, nasib murid bisa lebih baik dari guru-gurunya”, papar Achmad Patoni pada Gema Mitra.
Sementara ketua panitia Ecin Kuraesin sekaligus perwakilan dari orang tua siswa mengatakan, Alhamdulillah acara pelepasan siswa-siswi kelas VI berjalan lancar dan kondusif. Ini merupakan bentuk syukur dan ucapan terima kasih kami selaku orang tua kepada pihak sekolah yang telah membina membimbing anak-anak kami. Selain itu, kami juga ingin memberikan kesan yang baik bagi anak-anak kami, makanya untuk menandai telah selesainya masa belajar di sekolah, tata cara perpisahan dengan upacara adat dilaksanakan. Hal itu bertujuan untuk ‘ngamumule’  (melestarikan) warisan budaya lokal, dalam hal ini budaya Sunda.
“Siswa yang akan pergi melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi diharapkan tetap mampu berpijak di bumi tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Raih ilmu setinggi-tingginya, raup pengalaman seluas-luasnya, namun tetap memelihara budaya tanah kelahirannya”, papar Ecin.
Endang Sulaeman selaku ketua komite mengaku bangga dan bersyukur dengan terselenggaranya acara pelepasan peserta didik ini. “Dengan adanya kerjasama yang baik antara orang tua siswa dengan pihak sekolah, semoga menjadi langkah yang baik untuk kemajuan semua pihak, baik orang tua siswa, sekolah maupun dunia pendidikan”, ungkapnya.
Haryo Sunaryo, S.Pd., M.Pd Pengawas SD Wilayah Tengah Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mengatakan, acara pelepasan ini merupakan momen yang sangat penting bagi anak. Karena pendidikan di sekolah dasar akan selalu terkenang sebagai pondasi untuk manapaki cita-cita ke jenjang berikutnya. “Mudah-mudahan cita-cita anak untuk melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi menjadi suatu kebanggaan bagi anak dan orang tuanya. “Insyaallah untuk wilayah tengah 100% peserta didik akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi”, ujarnya. (Kesit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here