MAN 2 Tasikmalaya Wujudkan Madrasah Sehat dan Ramah Anak Dra. Hj. Neng Ida Nurhalida., M.Pd : “Tahun Depan Targetkan Ikuti Lomba Sekolah Sehat”

0
798
Alt

Gema Mitra – Kab. Tasikmalaya

Alt

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tasikmalaya telah menggelar sosialisasi dan deklarasi ma­drasah sehat dan ramah anak. Kepala MAN 2 Tasikmalaya Dra Hj Neng Ida Nurhalida MPd men­jelaskan madrasah sehat adalah upaya menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, rapi dan terbebas dari penyakit. Seperti membuang sampah pada tempatnya, mencuci  tangan dan lainnya.

Sedangkan madrasah ramah anak adalah membuat kebijakan yang bisa memenuhi hak-hak anak. Seperti hak mendapatkan perlindungan dan kenyamanan, serta hak belajar. MAN 2 Tasikmala telah melakukan hal tersebut, meski belum seluruhnya karena belum ada tempat cuci tangan di tiap kelas.

“Untuk fasilitas hanya tinggal melengkapinya untuk madrasah sehat. Sedangkan untuk madrasah ramah anak ini pada konsep cara pembelajaran, lingkungan dan perlakuan terhadap siswa itu sudah kami laksanakan meskipun tidak ada labelnya,” ungkapnya.

Adapun untuk harapan kedepan, lanjut Hj. Neng, kita ingin menjadi sekolah percontohan yang bisa memberi imbas kepada madrasah yang lain agar mereka bisa melaksanakan hal yang sama. “Mudah-mudahan tahun depan sekolah kami bisa mengikuti lomba sekolah sehat”, pungkasnya kepada Gema Mitra, Sabtu pekan kemarin.

Koordinator Bidang Badan Akreditasi Pendidikan Sekolah / Madrasah (Korbid BAP S/M) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Teddy Hidayat MMPd menerangkan ada tiga hal yang harus dihindari untuk mewujudkan madrasah ramah anak. Antara lain kekerasan fisik, kekerasan psikis dan kekerasan seksual. “Kekerasan psikis misalnya penghinaan kepada anak dengan mengatakan bodoh atau memakinya. Orang tua juga jangan sekata-kata pada anak,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, khusus di lingkungan sekolah, guru tidak boleh sembarangan memarahi anak. Apalagi dengan kata-kata yang kasar. Kalau pun anak diberi hukuman, maka harus yang bersifat edukatif. Seperti diminta membaca Alquran atau merangkum tulisan.

“Intinya sekolah ramah anak ini harus menciptakan budaya santun, menciptakan anak yang berkarakter.

Dimulai dari pembentukan anak yang religius, lemah lembut dan tegas. Tegas dalam pendidikan ini boleh karena tegas beda dengan keras, ujarnya.

Disamping itu, lanjut Teddy, untuk mewujudkan sekolah ramah anak, guru juga harus menyapa muridnya duluan. Membangun silaturahmi dan kasih sayang ini adalah konsep mendidik anak. “Semua yang ada di sekolah, guru, staff TU, penjaga sekolah, harus ramah,” tegasnya. (Tatang RA)

Alt Alt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here