Lilis Rosmiati S.Pd., M.Pd. K3S Kecamatan Indihiang Sukses Gelar Acara In House Training (IHT) Quantum Teaching

0
351
Sambuatan dari K3S Kec. Indihiang Lilis Rosmiati S.Pd., M.Pd.

Gema Mitra – Kota Tasik

Untuk menumbuhkan semangat belajar bagi peserta didik ketika berada di sekolah mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) baik bidang akademik maupun non akademik, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Indihiang yang berada dibawah naungan UPT Pendidikan Wilayah Utara mengadakan kegiatan In House Training (IHT) Quantum Teaching bagi para guru di lingkungan Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, bertempat SDN Indihiang, Sabtu 20 Januari 2018.

Alt
Antuias dan keceriaan para guru dan Kepsek dari gugus Ibrahim Adjie, G. Mang koko dan G. Wasita pada saat mengikuti IHT Super Quantum Teaching bersama Nara Sumber DR.H.Asep Mahfudz,M.PdI (konsultan pembelajaran berbasis Quantum)

Nampak hadir dalam acara tersebut, kepala UPT Pendidikan Wilayah Utara beserta pengawas, para guru peserta pelatihan dan kepala sekola dasar se-Kecamatan Indihiang.

K3S Kecamatan Indihiang Lilis Rosmiati S.Pd., M.Pd. mengaku bangga dan bersyukur serta mengucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan pelatihan tersebut.

Alt
Para guru nampak gembira mengikuti setiap pelatihan

“Alhamdulillah ilmunya dapat, refreshingnya juga dapat. Semua rangkaian acara berjalan lancar dan kondusif. Dari 147 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah, semua nampak senang dan gembira mengikuti berbagai pelatihan yang di pandu langsung oleh DR. H. Asep Mahfudz, M.Pd.I seorang konsultan pembelajaran berbasis quantum”, ungkapnya.

Alt
Rangkaian kegiatan IHT

Lebih lanjut dijelaskan, tujuan utama diselenggarakannya kegiatan pelatihan ini yaitu untuk menunjang metode pembelajaran yang disampaikan oleh guru terhadap anak didiknya. Seorang guru harus memberikan penyegaran dalam rangka pengembangan pendidikan karakter anak, menumbuhkan semangat belajar di sekolah tanpa dipaksa, bagaimana caranya supaya mereka dengan sendirinya merasa terpanggil untuk belajar di sekolah dengan tenang, nyaman dan gembira. Diharapkan setelah pelatihan ini, metode-metode pembelajaran bisa diaplikasikan oleh para guru untuk kemudian di transfer ke anak. “Untuk itu guru wajib menciptakan hubungan emosional yang baik dengan peserta didik supaya informasi bisa masuk. Karena informasi akan masuk ke anak ketika si anak sedang tenang”, papar Lilis. (Kesit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here