LBI BERKAH LESTARI TASIKMALAYA GELAR DIALOG KEBANGSAAN TENTANG KONTRA PROPAGANDA DAN HOAK

0
288

Gema Mitra – Kab. Tasik

Untuk menangkal propaganda dan hoak yang acap kali diartikan sebagai sebuah tindakan yang buruk, dimana didalamnya selalu bermuatan politik seperti realitas yang terjadi pada saat ini, pemerintah selalu saja diterpa propaganda dan hoak yang mengarah pada kebencian.
Citra pemerintah Jokowi terus digambarkan sebagai pemerintahan yang anti terhadap umat Islam di Indonesia, berhaluan komunis dan melindungi kepentingan asing khususnya Cina.
Untuk itu, Lembaga Bina Insani Berkah Lestrari Tasikmalaya menyelenggarakan acara “Dialog Kebangsaan Tentang Kontra Propaganda dan Hoak” demi mewujudkan masyarakat yang damai, sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dihadiri oleh narasuber Iwan Ridwan, SIP, Kepala Kesbang Kab. Tasikmalaya, DR. KH. Utawijaya, M.Ag, Pembinan FPP dan Kabid Agama FKPT Jawa Barat, Jejeng Zainal Muttaqin, SHI, Ketua Praksi PKB DPRD Kab. Tasikmalaya, bertempat di RM Hawu Nini Jln. AH Nasution Mangkubumi, Jum’at 22/6/2018.
Syarif Taufiq Darmawan, MH Ketua LBI Berkah Lestari mengatakan, kegiatan ini merupakan keduakalinya diadakan. Adapun tema yang diusung dalam dialog saat ini yaitu “Tolak Propaganda Radikal, Hoak dan Anti Pemerintah demi Keutuhan Bangsa dan Kesejahteraan Masyarakat”. Dengan maksud dan tujuan dari kegiatan ini antara lain, memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa, memperkokoh keutuhan NKRI menghadapi tantangan dan ancaman, menjaga wibawa dan martabat pemerintah dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat, mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan sejahrtera dalam naungan NKRI, dan menujun Indonesia emas Tahun 2045.
Alt
Peserta dialog saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, RM Hawu Nini, Jum’at 22/6/2018.
“Dialog kali ini diikuti oleh 60 orang peserta yang terdiri dari 20 orang unsur tokoh agama, 15 orang unsur tokoh masyarakat, 10 orang unsur aktifis mahasiswa dan 15 orang unsur ormas, membangun kesadaran sebagai warga negara supaya serius adanya kesepakatan dalam membangun dan membela negara ini dengan kerjasama. Terlebih sekarang banyak sekali propaganda dan hoak, sehingga dipandang perlu kegiatan ini dilaksanakan untuk mengkarter hal tersebut yang dikhawatirkan akan meyulut perpecahan dan kebencian”, paparnya.
“Secara umum Tasikmalaya Kondusif, kami juga selalu berkoordinasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat supaya menenangkan masyarakat dalam setiap ceramah keagamaannya, terlebih saat ini mendekati pilkada”, imbuh Syarif.
Sementara Iwan Ridwan, SIP Kepala Kesbang Kabupaten Tasikmalaya menuturkan, sangat mengapresiasi kegiatan ini, diharapkan nanti bisa lebih besar dan meriah lagi dengan melibatkan semua komponen, karena yang terpenting bangsa ini harus disikapai dengan pembentukan karakter yang mempunyai jati diri bangsa Indonesia.
Disamping itu, kegiatan ini perlu kita kembangkan untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan yang mulai berkurang, kultur budaya dasar, rasa nasionalisme dan kebangsaan, semangat gotong royong supaya lebih digalaka kembali.
“Tasikmalaya sangat potensial sebagai barometer pembentukan karakter. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Kita mempunyai para alim ulama dengan pondok pesantrennya, kemajuan pembangunan yang cukup signifikan, sehingga diharapkan kedepan Tasikmalaya bisa lebih mempunyai karakter yang cinta terhadap kesatuan NKRI” ungkapnya. (Tatang RA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here