H. Cecep Susilawan, S.Pd., M.M. Juara ke-1 Kepala Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat SMP Kota Tasikmalaya, Siap Wakili Kota Tasik Ke Tingkat Jabar

0
73
Alt
H Cecep Susilawan SPd MM, kepala SMPN 11 Tasikmalaya menjadi juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi tingkat SMP se-Kota Tasikmalaya 2018. Dia menjadi perwakilan Kota Tasikmalaya untuk lomba yang sama ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

Gema Mitra – Kota Tasik

Berdasarkan hasil pemilihan Kepala Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat SMP di Kota Tasikmalaya, sesuai dengan surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Nomor : 800/Kep.080-PGTK/IV/2018 dan Piagam Penghargaan dari Walikota Tasikmalaya Nomor : 861/Kep.164-Disdik/2018 yang ditandatangani oleh Walikota Drs. H. Budi Budiman. Dinyatakan bahwa H. Cecep Susilawan, S.Pd., M.M. Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Tasikmalaya sebagai Juara ke-1 Kepala Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat SMP se-Kota Tasikmalaya tahun 2018, sekaligus mewakili kota Tasikmalaya ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Cecep Susilawan, S.Pd., M.M. dilahirkan di Desa Medanglayang Kec. Panumbangan Kab. Ciamis 50 tahun yang lalu. Terlahir dari Ayahanda Bapak Otong (Alm. Pensiunan Kepala SD) dan Ibunda Hj. Kartini (Ibu Rumah Tangga). Sosok yang tegas, disiplin, terbuka, mengayomi, visioner, berani berargumentasi dan selalu berinovasi dalam pengelolaan sekolah, hal itulah yang menjadi ciri khas kepribadiannya.
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 40 ayat 2 opsen c, tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengamanatkan untuk “Pendidik dan Tenaga Kependidikan berkewajiban memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga.” Kekhususan untuk Kepala Sekolah tertuang dalam konsedran, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah, yang telah menetapkan bahwa ada lima dimensi Kompetensi Kepala Sekolah yaitu:  Kepribadian, Supervisi, Manajerial, Kewirausahaan dan Sosial.
Best Practice adalah suatu ide atau gagasan mengenai suatu teknik, metoda, proses, aktivitas, insentif atau penghargaan (reward) yang lebih efektif dalam mencapai keberhasilan yang luar biasa dibandingkan dengan teknik, metoda, proses lain. Best Practice dapat memberikan bukti nyata yang dapat mengubah prilaku sejumlah warga sekolah, sehingga dapat digunakan untuk kepentingan manajemen, kebijakan, dan system pembinaan.
“Atas dasar itu, dengan hadirnya gagasan-gagasan brilian dan ide-ide cemerlang dari “Praktik Terbaik” Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam pengelolaan pembelajaran atau sekolah, maka akan terwujudlah tampilan Best Practice yang diharapkan dapat memberikan inspirasi, guna mewujudkan keunggulan sekolah yang terpelihara secara terus menerus”, ungkap H. Cecep.
Lebih lanjut dikatakan, dengan demikian cakupan tugas yang harus dilakukan Kepala Sekolah, yakni keterlaksanaan 8 Standar Nasional Pendidikan yang harus didukung oleh Kompetensi Kepala Sekolah yang mumpuni, sehingga diharapkan Standar Nasional Pendidikan itu dapat cepat tercapai. Kita semua mulai hari ini dan masa yang akan datang mampu mewujudkan pendidikan berkemajuan.
“Insyaallah Judul Best Practice yang akan ditampilkan diajang kompetisi Kepala Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Provinsi adalah: “Strategi Inovasi 8 K untuk Mendongkrak Prestasi SMP Negeri 11 Tasikmalaya di Tingkat Provinsi dan Nasional”, tutur Sang Juara ke-1 Kepala Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat SMP se-Kota Tasikmalaya pada Gema Mitra, Senin 14/5/2018.
Cecep menambahkan, bahwa salah satu dari lima dimensi Kompetensi Kepala Sekolah yang harus dikuasai adalah dimensi kewirausahaan. Karena kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari dan memanfaatkan peluang sebaik baiknya, guna menuju titik sukses. Dunia pendidikan telah membuka banyak kesempatan  untuk kita  berekspresi mengembangkan talenta, dan modal dasar kelebihan kita masing masing. Tapi perubahan pendidikan tidak otomatis melahirkan kepemimpinan sekolah. Karena kompetensi Kepala Sekolah tidak lahir hanya dengan ijazah, tidak juga terbangun karena diklat, tapi oleh kerja keras dan kepedulian untuk inovasi yang terus diasah. Apa arti buku-buku tentang Manajer dan Kepemimpinan Sekolah yang terus ditumpuk, apabila  kepedulian berinovasi  dan kepekaan untuk berubah tidak untuk dimulai. Tidak ada yang tiba-tiba untuk Kepala Sekolah dapat langsung mendapat apresiasi dan prestasi, karena kecakapan Kepala Sekolah  bukan hanya lahir dari faktor kebetulan, bukan  juga dedikasi tersaji  karena akses politik dan birokrasi. Inspirasi Inovasi akan hadir dari perjalanan Kepala Sekolah yang tahan uji, manajer sekolah akan handal dari tempaan keseharian yang tiada henti.
“Kedepan diharapkan seorang Kepala Sekolah betul-betul menjadi pigur sentral dalam melakukan revitalisasi inovasi  pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Sehingga Kepala Sekolah dapat menjadi pionir dalam agen perubahan, guna mencapai peningkatan pelayanan dan prestasi pendidikan. Bangunlah terus ketertarikan untuk menjadikan yang tadinya dianggap berinovasi itu  tidak  mungkin,  menjadi mungkin. Jika sekolah  menginginkan  untuk meraih banyak prestasi, maka besarkanlah kemauan dan kemampuan berinovasi  Kepala Sekolah dan Warga Sekolahnya. Marwah dan kemuliaan dari kata inovasi, akan segera terwujud hasilnya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Caranya dengan merencanakan strategi inovasi, yang disesuaikan dengan daya dukung Tripusat Pendidikan yakni: Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat”, paparnya.
Adapun Simpulan Best Practice sebagai berikut:
  1. Kewirausahaan untuk dimensi strategi inovasi adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari dan memanfaatkan peluang menuju sukses.
  2. Manfaat Strategi inovasi 8K yang diterapkan di SMP Negeri 11 Tasikmalaya, merupakan salah satu upaya dan ikhtiar untuk melakukan percepatan  perubahan kearah yang lebih baik dalam pengelolaan sekolah.. Sehingga kepala sekolah dan warga sekolah sebagai agen perubahan, dapat mengantarkan rencana pengelolaan sekolah yang telah disepakati bersama, sampai mencapai tujuan kesuksesan bersama. Strategi inovasi tersebut adalah: (1) Komunikasi. (2) Komitmen. (3) Konsisten. (4) Keteladanan. (5) Kebersamaan. (6) Keterbukaan. (7) Kesejahteraan. (8) Kebanggaan.
  3. Warga sekolah dapat mengembangkan diri untuk menjadi bagian dari daya dukung atau kelompok kerja, dalam peningkatan pengelolaan sekolah. Terbukti strategi inovasi 8K dapat dijadikan pendongkrak peraihan prestasi sekolah di tingkat Kota/Kabupaten, Provinsi, dan Nasional.
“Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, kami mohon doa restu, semoga dalam pelaksanaannya nanti diberikan kesehatan, kekuatan, kelancaran serta membawa hasil yang terbaik bagi sekolah dan Kota Tasikmalaya”, tukas H. Cecep. (Tatang RA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here