Dari Kota Tasik Untuk KPK

0
92
Alt
Bentuk dukungan salah seorang warga setelah membubuhkan tanda tanganya diatas bentangan kain.
Gema Mitra – Kota Tasik
Menginjak hari ke dua Jum’at (10/8/2018), aksi stasioner penggalangan seribu tanda tangan terus mendapat dukungan dari masyarakat. Aksi yang dikumandangkan oleh tiga lembaga di kota Tasikmalaya yakni Jamak, Padi dan FPT adalah bentuk dorongan untuk mendukung KPK menuntaskan pengungkapan sejumlah dugaan korupsi di Kota Tasik.
Hal tersebut berdasar pada kasus dana perimbangan keuangan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN-P 2018 yang meliputi berbagai daerah, diantaranya kota Tasikmalaya menjadi nominator dalam sumber pengembangan korupsi tersebut. Di duga melibatkan beberapa pejabat kota Tasikmalaya. ada beberapa pejabat dipanggilnya ke KPK, diantaranya kepala dinas Kesehatan kota Tasikmalaya, Sekdis PUPR kota Tasikmalaya beserta mantan Sekpri dan Ajudan Wali kota Tasikmalaya. puncak keserahan ini, ditandu dengan pemanggilan sekelas Kepala Dinas, yaitu Kepala Dinas Kesehatan, CZK. Pemanggilan ini buntut OTT KPK terhadap mantan pejabat Kemenkeu, YP.
Dede Haris Asy’ari Koorlap sekaligus ketua Jamak mengatakan, aksi ini sebagai bentuk dari dukungan kepada KPK untuk membongkar dan menuntaskan kasus dugaan suap pengurusan usulan Dana Perimbangan Keuangan Daerah pada Rancangan APBN Perubahan (RAPBNP) sampai ke akar-akarnya. Kemudian kami menuntut pecat kepala Dinas yang terindikasi kasus korupsi di kota Tasikmalaya.
“KPK tidak boleh setengah-setengah apa lagi tebang pilih. KPK harus tetap menjadi nyala api harapan kita semua akan terwujudnya Indonesia bebas korupsi”, ungkapnya.
Pihaknya juga, lanjut Dede, berencana akan membentangkan hasil penggalangan tanda tangan itu di Gedung KPK, Jakarta, pada Senin (13/8/2018) besok.
“Alhamdulillah aksi ini menuai banyak apresiasi masyarakat, para tokoh pemuda, bahkan mereka siap membiayai keberangkatan kami, dari kota Tasik untuk KPK”, tukasnya.
Septyan Hadinata, salah soerang tokoh masyarakat yang hadir dalam aksi itu mengatakan bahwa semua pihak harus memberikan dukungan atas gerakan ini, termasuk dari kalangan birokrasi dan legislatif juga media. Karena pemberantasan korupsi sudah menjadi komitmen bersama bangsa ini.
“Reueus ada banyak anak-anak sekolah yang mau memberikan tanda tangannya, itu sebagi bentuk kesadaran generasi penerus akan bahaya korupsi. Kita sangat mengapresiasi gerakan moral kawan-kawan kota dalam upaya mewujudkan kota tasik yang BAROKAH”, ujarnya. (Kesit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here