Antusiasme Warga DKM Al Mukhtariyah Rancamacan Dalam Mengagungkan Bulan Suci Ramadhan

0
197
Tradisi turun temurun tadarus Al Quran, warga DKM Al Mukhtariyah Rancamacan dalam mengisi peribadatan di bulan suci ramadhan. Ba'da sholat sunah tarawih, Rabu, 16/5/2018

Gema Mitra – Kota Tasik

Dalam rangka menyambut, mengagungkan serta memuliakan datangnya Bulan Suci Ramadhan, warga Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Mukhtariyah, Ran­ca­macan, Cipari, Mang­kubumi, Kota Tasikmalaya mengisinya dengan berbagai kegiatan keagamaan. Kegiatan rutin yang mereka laksanakan salah satunya dengan mengadakan tadarus Al-Quran setelah menunaikan sholat sunah tarawih.
Ketua Yayasan yang juga pimpinan pondok pesantren Al Mukhtariyah KH. Bubung Nizar SPdI, mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan bagi kita untuk memperbanyak amalan-amalan ibadah. Karena banyak sekali manfaat dan amaliah dibalik keistimewaan bulan ramadhan. Tidak hanya menahan haus dan lapar, di bulan yang agung ini juga akan hadir lailatul qodar dan diturunkannya Al-Quran. “Makanya sudah menjadi tradisi turun temurun yang biasa dilaksanakan di DKM Al Mukhtariyah Rancamacan dengan mengadakan pengajian tadarus Al-Quran”, ujarnya.
Alt
Warga DKM Almukhtariyah Rancamacan sedang melaksanakan sholat sunah tarawih, Rabu 16/5/2018.
Bubung menuturkan, di bulan ramadhan ini hendaklah kita mensyahadatkan diri untuk bersungguh-sungguh beribadah. Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya, baik itu fisik dengan menjaga kesehatan jasmani supaya selalu tegar dalam menjalankan ibadah puasa, kesiapan ruh supaya tidak tergoyah dengan segala macam godaan yang sifatnya duniawi dan juga kesiapan mental agar bisa melaksanakan ibadah dengan khusuk, tartib dan tartil.
Alt
Warga masyarakat sedang melaksanakan tarawih, semua shaf terisi penuh. Mesjid DKM Al Mukhtariyah Rancamacan, Rabu 16/5/2018.
“Mudah-mudahan bulan ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin dan semoga tradisi tadarusan dan kegiatan-kegiatan kepemudaan bisa berjalan sampai tuntas akhir ramadhan. Karena ini bukan hanya warisan dari para leluhur tapi ini juga merupakan keharusan bagi kita”, tuturnya.
Bubung juga menghimbau supaya masyarakat tetap waspada menjaga ketertiban kampungnya masing-masing dengan mengadakan tugas khusus yang harus diinstruksikan oleh pemerintah setempat. “Hal itu bertujuan demi terciptanya suasana tenang, aman, nyaman dan kemakmuran masyarakat yang sejahtera dalam menjalani ibadah di bulan suci ramadhan ini”, ungkapnya.
Selain itu, Bubung menambahkan bahwa alhmadulillah tahun ini untuk ke 16 kalinya Pondok Pesantren Al Mukhtariyah mengadakan pesantren kilat dengan jumlah santri pasaran (pesantren ramadhan) lebih dari 100 orang, tenaga pengajar 18 orang yang mumpuni sesuai dengan keahliannya masing-masing. Adapun untuk pembelajarannya, tidak terlepas dari kajian kitab-kitab, seperti kitab fikih, kitab tasauf, kitab tauhid dan alat. Sedangkan untuk santri usia dini yang pesertanya lebih banyak, pelajaran disesuaikan.
Secara kuantitas, lanjut Bubung, santri ramadhan berkurang karena sekarang disetiap kampung banyak membuka pesantren kilat. Akan tetapi kualitas pendidikan jauh lebih meningkat, karena ditunjang oleh tenaga pengajar yang cukup memadai, sehingga jauh lebih terarah dan terkoordinir.
“Ini merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh pesantren Al Mukhtariah yang diperuntukan bagi warga masyarakat, generasi muda, para pelajar yang tidak ada kegiatan, dari pada digunakan ke hal yang tidak ada manfaatnya lebih baik digunakan untuk mencari ilmu”, ungkapnya.
Bubung menjelaskan, acara pasaran ini dimulai dari tanggal 1-20 ramadhan. Tanggal 21 dilaksanakan pawai ta’aruf, biasanya suka ada pawai obor, Muwaddaah santri, dan buka puasa bersama.
“Alahamdulillah kegiatan ini mendapat suport dan respon yang positif dari seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, para pemuda. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi untuk pesantren dan para santri supaya lebih baik”, tukasnya.
Para pemuda DKM Al Mukhtariyah Rancamacan nampak khusuk mengkaji setiap ayat Al Quran dalam tadarusan yang dilaksanakan ba’da sholat sunah tarawih. Rabu 16/5/2018.
Sementara, Asep Rizal Asy’ari salah satu keluarga besar Yayasan Al Mukhtariyah yang juga tercatat sebagai Ketua DPD PGM Kota Tasikmalaya, mengaku bangga dan bersyukur melihat antusias masyarakat dalam menyambut bulan suci ramadhan.
“Saya kira ini bukan euforia semata, tapi lebih ke memaknai, menghargai dan mengagungkan bulan ramadhan dengan rasa gembira. Ini merupakan kebanggaan bagi kami, bagi seluruh umat islam melihat masjid penuh, hampir seluruh shaf terisi. Masyarakat berbondong-bondong melaksanakan ibadah sholat tarawih berjamaah,” ungkapnya.
Memang diawal tarawih itu biasa, banyaknya luar biasa. Tapi kadang-kadang hari berikutnya hilang atau menurun. Mudah-mudahan hilangnya itu bukan karena lelah, akan tetapi karena ada kesibukan atau pekerjaan yang lain.
“Yang terpenting adalah mari kita jadikan bulan ramadhan ini menjadi sarana supaya lebih focus untuk beribadah. Seperti melaksanakan tradisi tadarus Al Quran yang selalu digalakan oleh para pemuda di DKM Al Mukhtariyah Rancamacan,” tukas Asep Rizal Asy’ari. (Kesit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here