Akibat Longsor, Gedung SDN 3 Tugu Kecamatan Cihideung Terancam Ambruk

0
237

Gema Mitra – Kota Tasik

Akibat kondisi tanah yang tidak stabil ditambah hujan deras mengakibatkan gedung bangunan SDN 3 Tugu yang berada di Jl. Siliwangi No. 14 Kecamatan Cihideung mengalami keretakan.
Kepala SDN 3 Tugu Achmad Patoni, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa pada bulan Februari lalu, sekitar pukul 04.00 sore terjadi Intrusi air hujan yang mengakibatkan ketahanan benteng yang menyangga bangunan sekolah ambruk sehingga bangunan sekolah mengalami keretakan hingga 50 meter.
“Hal tersebut membuat kami khawatir karena posisi lapang dengan jurang itu tofografinya 90 drajat. Artinya tidak ada kemiringan. Kalau terjadi longsor susulan atau tidak segera diperbaiki maka bangunan sekolah dipastikan akan ambruk”, jelas Achmad.
Lebih lanjut dikatakan, terus terang ketika pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar (KBM), peserta didik dan guru-guru dihantui perasaan was-was, karena apabila terjadi longsor lagi, tentunya akan sangat membahayakan keselamatan. Beruntung waktu itu terjadi setelah jam pelajaran selesai.
“Alhamdulillah seluruh komponen sudah hadir, dari Babinsa, Kelurahan, Kecamatan dan Dinas Pendidikan. Kami juga melalui Kabid Pembiaan Sekolah Dasar yang memiliki kewenaangan menampung aspirasi untuk sarana dan prasarana, sudah melayangkan surat pemberitahuan tentang kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya”, ujarnya.
Harapannya, lanjut Achmad, semoga Pemerintah Kota Tasikmalaya ada perhatian, ada dana sehingga bisa memperhatikan asset ini untuk segera diperbaiki sehingga aktivitas proses KMB bisa berjalan dengan tenang tidak terganggu. Terlebih lahan di sekolah ini sangat kecil ditambah longsor maka sangat mengganggu ruang gerak aktivitas peserta didik seperti kegiatan upacara, ekstrakuriler, intrakurikuler dan kegiatan lainnya.
Alt
Kepala SDN 3 Tugu Achmad Patoni, S.Pd., M.Pd menunjukan lokasi yang terkena longsor. Senin 7/5/2018
“Saya khawatir terjadi longsor lagi kemudian ruang kelas roboh. Untung kalau tidak sedang dalam kegiatan belajar mengajar. Karena ketahanan roboh otomatis kelas juga roboh. Solusi yang diharapkan, dibuat terasiring dibeton karena kalau dibangun seperti semula ketahanannya tidak akan kuat lama” pungkas Achmad Patoni, kepada Gema Mitra, Senin pekan kemarin. (Kesit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here